“Sebuah kisah pramuka yang ditulis di tengah Pandemi Covid-19”
Pada dewasa ini seluruh dunia dihadapkan dengan
suatu permasalahan yang sangat serius yaitu virus corona atau severe acute respiratory syndrome
coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.
Virus yang mematikan ini tidak hanya berdampak dibidang kesehatan saja, tapi
seluruh bidang baik ekonomi, sosial, budaya, bahkan pendidikan. Bahkan saking
bahaya dan mematikannya virus ini, WHO (World Health Organization)
menginformasikan kepada seluruh dunia bahwa virus ini menjadi pandemic dan menamainya dengan Pandemi
Covid-19.
Di Indonesia sudah hampir tahun kedua Pandemi
Covid-19, langkah demi langkah telah pemerintah lakukan untuk memutus rantai
penyebaran Covid-19, mulai dari penyemprotan disinpektan kepada seluruh
lingkungan, penerapan sosial berskla besar (PSBB), menerapkan protokol
kesehatan 3M: Mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan memakai masker,
menutup dan memberhentikan tempat yang memicu kerumunan dan lain sebagainya.
Melalui langkah tersebut, hasilnya korban pandemi tetap saja bertambah.
Di tengah buruknya situasi dan kondisi saat ini, masyarakat
di seluruh dunia diberikan suatu harapan tentang vaksinasi virus Covid-19 yaitu
cara untuk mempertahankan imun di tubuh, supaya mendapat kekebalan dari ancaman
virus yang menyerang khususnya virus corona. Vaksinasi di Negara Indonesia
masih dalam tahap proses. Belum seluruh lapisan masyarakat menerimanya baru
tenaga medis, wartawan, lansia, tenaga pendidik dan lainnya. Sehingga perataan
dari vaksinasi masih dikatakan belum merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, Di tengah pandemi covid-19 ini, bidang
pendidikan mengalami dampak yang sangat besar. Pasalnya kegiatan Belajar
Mengajar (KBM) secara tatap muka langsung diubah menjadi jarak jauh dengan
menggunakan teknologi atau dalam jaringan (daring). Sehingga pembelajaran yang
biasanya dilaksanakan di kelas, akhirnya dilaksanakan melalui gadget nya
masing-masing.
Sehingga runtutan dari awalnya sebuah virus sampai
ke pembelajaran menjadikan ini menjadi sebuah kisah, dimana semua orang
memiliki perannya masing-masing dalam melaksanakan suatu kehidupan meski di
tengah pandemi covid-19 ini dan peran yang saya ambil adalah Pramuka atau Praja
Muda Karana (pemuda-pemudi yang selalu berkarya).
Seorang Pramuka memiliki sikap dan sifat yang sangat
mulia, dilihat dari dasa dharma nya membuat anggota pramuka memiliki kemampuan
diatas rata-rata. Namun, dihadapkan dengan pandemi saat ini, jiwa kepramukaan
dari anggota memudar. Selain penerapan sosial berskala besar, aktivitas latihan
yang dilaksanakan pun kian jarang bahkan tidak ada. Meski Kementerian pendidikan
mengintruksikan kepada seluruh instansi pendidikan menggunakan teknologi
internet untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, bagi anggota pramuka itu
merupakan hal yang sulit dicerna dan dipahami. Karena kegiatan pramuka lebih
didominasi dengan kegiatan di alam terbuka dan bersama sama dengan anggota yang
lainnya.
Kegiatan belajar mengajarnya dibatasi apalagi
kegiatan ekstrakuliernya, sehingga dampak ke siswa pun menjadi menurun,
akibatnya moral dan etika yang menurun membuat siswa mengalami sifat malas,
kurang bergaul dan lebih suka menghabiskan waktu bermain dengan gadgetnya
daripada temannya.
Setiap orang memiliki perannya masing-masing di
dalam suatu kehidupan layaknya drama atau teater. Dalam teori komunikasi
Dramuturgi menyebutkan bahwa kita semua layaknya memainkan peran untuk
melakukan interaksi sosial seperti dalam suatu teater hingga kita menemukan
suatu jawaban dan tujuan dari kisah teater tersebut.
Pramuka sebagai agen perubahan dituntun untuk selalu
melakukan inovasi-inovasi untuk menyelasikan suatu masalah, baik untuk dirinya
ataupun orang lain. Sehingga pramuka memiliki peranan yang sangat penting dalam
menyelesaikan masalah moral dan etika di masyarakat khusunya siswa.
Untuk itu, yang menjadi masalah adalah bagaimana
seorang pramuka mengembalikan moral dan etika yang baik kepada semuanya?
Jawabanya adalah dengan melakukan edukasi. Edukasi adalah memberikan pemahaman
dan pengetahuan. Kita sebagai pramuka memberikan pemahaman dan pengetahuan yang
baik kepada siswa. Memberikan ilmu tentang hal-hala yang harus dilakukan saat
pandemi, menumbuhkan sifat nasionalisme dan patriotisme dan lain sebagainya.
Namun, apakah hal tersebut dapat membuat siswa
merasa nyaman? Masih soal pramuka, karena pramuka dituntun untuk memiliki sikap
yang ceria untuk itu berikan edukasi yang membuat siswa nyaman dengan
menambahkan permainan dan lagu-laguan selama mengedukasi. Baik kegiatan edukasi
dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung. Tetapi pramuka memiliki ciri
khas dalam menyampaikan materi, yaitu dengan menambahkan permainan yang
menyenangkan.
Terakhir, seorang Pembina pramuka harus kreatif dan
inovatif dalam mengajarkan anggota pramuka untuk melakukan edukasi kepada yang
lainnya. Karena anggota yang sukses cerminan dari pembinanya. Intinya kegiatan
pramuka harus terus dilaksanakan, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan
selama melaksanakan latihan dan kegiatan. Supaya diberikan kesehatan dan
kelancaran. Terimakasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar