Selasa, 25 Mei 2021

DRAMATURGI PRAMUKA DI TENGAH PANDEMI

 “Sebuah kisah pramuka yang ditulis di tengah Pandemi Covid-19”



Pada dewasa ini seluruh dunia dihadapkan dengan suatu permasalahan yang sangat serius yaitu virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus yang mematikan ini tidak hanya berdampak dibidang kesehatan saja, tapi seluruh bidang baik ekonomi, sosial, budaya, bahkan pendidikan. Bahkan saking bahaya dan mematikannya virus ini, WHO (World Health Organization) menginformasikan kepada seluruh dunia bahwa virus ini menjadi pandemic dan menamainya dengan Pandemi Covid-19.

Di Indonesia sudah hampir tahun kedua Pandemi Covid-19, langkah demi langkah telah pemerintah lakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, mulai dari penyemprotan disinpektan kepada seluruh lingkungan, penerapan sosial berskla besar (PSBB), menerapkan protokol kesehatan 3M: Mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan memakai masker, menutup dan memberhentikan tempat yang memicu kerumunan dan lain sebagainya. Melalui langkah tersebut, hasilnya korban pandemi tetap saja bertambah.

Di tengah buruknya situasi dan kondisi saat ini, masyarakat di seluruh dunia diberikan suatu harapan tentang vaksinasi virus Covid-19 yaitu cara untuk mempertahankan imun di tubuh, supaya mendapat kekebalan dari ancaman virus yang menyerang khususnya virus corona. Vaksinasi di Negara Indonesia masih dalam tahap proses. Belum seluruh lapisan masyarakat menerimanya baru tenaga medis, wartawan, lansia, tenaga pendidik dan lainnya. Sehingga perataan dari vaksinasi masih dikatakan belum merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Di tengah pandemi covid-19 ini, bidang pendidikan mengalami dampak yang sangat besar. Pasalnya kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka langsung diubah menjadi jarak jauh dengan menggunakan teknologi atau dalam jaringan (daring). Sehingga pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di kelas, akhirnya dilaksanakan melalui gadget nya masing-masing.

Sehingga runtutan dari awalnya sebuah virus sampai ke pembelajaran menjadikan ini menjadi sebuah kisah, dimana semua orang memiliki perannya masing-masing dalam melaksanakan suatu kehidupan meski di tengah pandemi covid-19 ini dan peran yang saya ambil adalah Pramuka atau Praja Muda Karana (pemuda-pemudi yang selalu berkarya).

Seorang Pramuka memiliki sikap dan sifat yang sangat mulia, dilihat dari dasa dharma nya membuat anggota pramuka memiliki kemampuan diatas rata-rata. Namun, dihadapkan dengan pandemi saat ini, jiwa kepramukaan dari anggota memudar. Selain penerapan sosial berskala besar, aktivitas latihan yang dilaksanakan pun kian jarang bahkan tidak ada. Meski Kementerian pendidikan mengintruksikan kepada seluruh instansi pendidikan menggunakan teknologi internet untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, bagi anggota pramuka itu merupakan hal yang sulit dicerna dan dipahami. Karena kegiatan pramuka lebih didominasi dengan kegiatan di alam terbuka dan bersama sama dengan anggota yang lainnya.

Kegiatan belajar mengajarnya dibatasi apalagi kegiatan ekstrakuliernya, sehingga dampak ke siswa pun menjadi menurun, akibatnya moral dan etika yang menurun membuat siswa mengalami sifat malas, kurang bergaul dan lebih suka menghabiskan waktu bermain dengan gadgetnya daripada temannya.

Setiap orang memiliki perannya masing-masing di dalam suatu kehidupan layaknya drama atau teater. Dalam teori komunikasi Dramuturgi menyebutkan bahwa kita semua layaknya memainkan peran untuk melakukan interaksi sosial seperti dalam suatu teater hingga kita menemukan suatu jawaban dan tujuan dari kisah teater tersebut.

Pramuka sebagai agen perubahan dituntun untuk selalu melakukan inovasi-inovasi untuk menyelasikan suatu masalah, baik untuk dirinya ataupun orang lain. Sehingga pramuka memiliki peranan yang sangat penting dalam menyelesaikan masalah moral dan etika di masyarakat khusunya siswa.

Untuk itu, yang menjadi masalah adalah bagaimana seorang pramuka mengembalikan moral dan etika yang baik kepada semuanya? Jawabanya adalah dengan melakukan edukasi. Edukasi adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan. Kita sebagai pramuka memberikan pemahaman dan pengetahuan yang baik kepada siswa. Memberikan ilmu tentang hal-hala yang harus dilakukan saat pandemi, menumbuhkan sifat nasionalisme dan patriotisme dan lain sebagainya.

Namun, apakah hal tersebut dapat membuat siswa merasa nyaman? Masih soal pramuka, karena pramuka dituntun untuk memiliki sikap yang ceria untuk itu berikan edukasi yang membuat siswa nyaman dengan menambahkan permainan dan lagu-laguan selama mengedukasi. Baik kegiatan edukasi dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung. Tetapi pramuka memiliki ciri khas dalam menyampaikan materi, yaitu dengan menambahkan permainan yang menyenangkan.

Terakhir, seorang Pembina pramuka harus kreatif dan inovatif dalam mengajarkan anggota pramuka untuk melakukan edukasi kepada yang lainnya. Karena anggota yang sukses cerminan dari pembinanya. Intinya kegiatan pramuka harus terus dilaksanakan, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan selama melaksanakan latihan dan kegiatan. Supaya diberikan kesehatan dan kelancaran. Terimakasih.

Tidak ada komentar: