Karya opini oleh Fawwaz Zulfiqar Aziz
Menjadi pemimpin di tahun baru merupakan momentum untuk menyambut peluang sekaligus menghadapi tantangan yang akan datang. Tahun lalu menjadi bagian dari sejarah dan bahan evaluasi, sedangkan tahun ini adalah lembaran baru sebagai ajang pembuktian yang sesungguhnya. Seorang pemimpin bukanlah mereka yang gemar mengkritik, melainkan mampu melakukan perenungan; bukan yang mudah menyalahkan, tetapi yang mampu memaafkan
Pemimpin harus mampu bersikap tegas seperti singa, namun juga berani seperti serigala. Ketegasan dan keberanian akan menghasilkan pencapaian yang lebih optimal dibandingkan kepemimpinan yang lemah dan penuh keraguan.
Pada akhirnya, kepemimpinan adalah cerminan watak dan karakter, bukan hanya untuk tahun ini, tetapi juga untuk tahun-tahun mendatang.
