Opini dibuat oleh : Fawwaz Zulfiqar Aziz
Masih dengan judul yang sama, hanya pemikiranya saja yang berbeda. Berbicara soal pemimpin, sebagian orang menganggap bahwa pemimpin adalah orang yang menjadi ketua dalam suatu kelompok. Hal tersebut bisa dianggap benar dan bisa juga dianggap salah.
Bisa dianggap benar karena ketua dalam kelompok tersebut sudah diakui oleh kelompoknya sebagai pemimpin sehingga dituakan atau jadi ketua. Namun, dianggap salah karena ketua belum tentu bisa disebut pemimpin, pemimpin harus paham dan mengerti dalam hal kepemimpinan dan memimpin suatu kelompok.
Berbicara soal ketua, ketua adalah orang yang dituakan dalam suatu kelompok sehingga memiliki kebijakan dan aturan terhadap anggota kelompoknya. Tapi, dalam suatu kelompok ketua tidak harus memiliki umur yang tua dibandingkan dengan anggotanya.
Biasanya, ketua yang memiliki umur paling tua dibandingkan dengan anggota kelompok memiliki segi kedewasaan, pengalaman dan etika yang baik atau anggota kelompok yang menghargai kepada yang paling tua sehingga dituakan dan dijadikan ketua.
Dalam ruang lingkup keorganisasian, penamaan
pemimpin dinama dengan nama ketua misalnya ketua kelas, ketua OSIS, ketuarukun
tetangga (RT), rukun warga (RW), ketua komisi pemilihan umum (KPU) dan nama
ketua lainnya.
Dari kedua makna yang sudah dijelaskan, baik pemimpin atau ketua, keduanya memiliki makna yang sama, seseorang yang dipercayai oleh anggotanya dalam memimpin suatu kelompok.
Sehingga nama ketua bisa dijadikan sebuah kulit jeruk dan pemimpin dijadikan isi buah jeruk. Buah Jeruk yang bagus adalah buah jeruk yang kulit dan isi buahnya yang bagus, sama dengan seorang pemimpin, pemimpin yang sangat baik adalah ketua yang sangat baik pula dalam memimpin.
Bagian
selanjutnya, kita akan membahas arti dari “kepala” dalam sudut kepemimpinan.