Opini dibuat oleh Fawwaz Zulfiqar Aziz
Berbicara soal menghormati, pemimpin yang dihormati adalah
pemimpin yang mampu menghormati dan menyayangi anggota ornagisasinya terlebih
dahulu. Jangan karena dirinya sudah diamanahkan menjadi pemimpin, namun dirinya
sendiri enggan dan menutup diri untuk menghormati dan menyayangi yang lain.
Timbul satu
pertanyaan, apakah jika pemimpin tersebut sudah menghormati dan menyayangi anggotanya,
namun tidak dibalas oleh anggotanya, apakah hal tersebut dianggap bahwa
pemimpin tersebut gagal? Sebetulnya pemimpin yang benar-benar memiliki jiwa-jiwa
pemimpin akan timbul dari dalamnya bahwa karakter yang melekat dalam pemimpin
adalah karakter yang selalu berwibawa. Kewibawaan seorang pemimpin akan
tercermin dari watak dan perilaku pemimpin tersebut dalam mengelola dan
mengarahkan suatu organisasi,
Pemimpin yang memiliki wibawa yang kuat dalam hal memimpin, cenderung
dapat memimpin suatu organisasi dengan baik, tanpa harus menyuruh anggotanya
dengan paksaan dan bentakan, dan lagi pemimpin yang memiliki wibawa tidak akan
pernah mempermasalahkan atau tidak akan pernah menyuruh anggota organisasinya
untuk menghormati dirinya sebagai pemimpin yang berada di atas. Sekalipun tidak
sama sekali.
Biarkan watak dan karakternya yang menjadi jembatan untuk
mengenalkan diri bahwa dirinya adalah seorang pemimpin. Jadi pada dasarnya pemimpin
bukan perkara jabatan, namun pemimpin adalah karakter yang dimiliki oleh seseorang
yang mampu mengendalikan dan mengarahkan orang laiun untuk menggapai suatu
tujuan dan maksud yang ingin dicapai.