Selasa, 23 Juli 2024

Pemimpin Hari Ini Adalah Pemuda Yang Berkarya Pada Masa Lalu (Bagian 22)

 Karya Opini oleh Fawwaz Zulfiqar Aziz

Seiring dengan perkembangan zaman yang diiringi oleh pesatnya teknologi, jiwa kepemimpinan tampaknya mengalami kemunduran. Berbeda dengan masa lalu, di mana pemimpin dianggap sebagai sosok yang sempurna, bahkan dihormati seperti dewa, saat ini banyak pemimpin yang tampak kehilangan arah. Mereka cenderung lebih memikirkan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus korupsi yang melibatkan oknum pejabat di berbagai wilayah, perusahaan, organisasi, dan lainnya. Sadar atau tidak, berita mengenai kasus-kasus semacam ini sangat sering muncul di media massa dan media sosial.

Melanjutkan gagasan bahwa jiwa seorang pemimpin harus jauh dari sifat-sifat negatif, seorang pemimpin tidak boleh egois; mereka harus bekerja sama dengan anggotanya. Namun, sering kali kita melihat pemimpin yang justru membuat anggotanya merasa tidak nyaman, misalnya dengan lebih sering mengkritik daripada memberikan apresiasi.

Seorang pemimpin seharusnya lebih sering memberikan apresiasi daripada kritik, karena hal ini akan berdampak positif pada kualitas organisasi. Jika pemimpin terlalu sering mengkritik, anggota organisasi akan merasa tidak nyaman dan terus-menerus merasa bersalah. Memberikan apresiasi bertujuan untuk mengakui dan menghargai kinerja anggota, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas organisasi secara keseluruhan.

Kritik dan masukan bisa diisi di kolom komentar.