Karya opini oleh Fawwaz Zulfiqar Aziz
Seorang pemimpin adalah pribadi yang memiliki mimpi dan harapan besar terhadap masa depan. Mimpi tersebut bukan sekadar angan-angan, melainkan menjadi arah yang diwujudkan melalui visi, prinsip, dan tindakan nyata. Pemimpin yang berorientasi pada visi akan senantiasa berpegang teguh pada prinsip untuk mengubah mimpinya menjadi kenyataan. Sebaliknya, apabila seorang pemimpin belum memiliki mimpi, maka ia juga belum memiliki visi yang dapat dijadikan prioritas dalam menjalankan kepemimpinannya.
Mimpi memiliki peran yang sangat penting karena maknanya tidak hanya terbatas pada pengalaman saat tidur, tetapi juga mencerminkan harapan, cita-cita, dan dorongan yang muncul dari alam bawah sadar. Mimpi yang baik menjadi gambaran tentang tujuan yang ingin dicapai, sedangkan mimpi yang buruk dapat dimaknai sebagai peringatan atau tantangan yang perlu diwaspadai dan dihadapi dengan bijaksana.
Pada kenyataannya, manusia tidak dapat sepenuhnya mengendalikan mimpi, baik yang menyenangkan maupun yang menakutkan. Hal ini sejalan dengan keyakinan bahwa setiap peristiwa yang baik maupun yang buruk berada dalam ketetapan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, setiap orang hendaknya terus berusaha mewujudkan cita-cita dan harapan yang baik, sekaligus menghindari tindakan yang dapat membawa pada akibat yang buruk, sembari tetap berserah diri kepada kehendak-Nya.
Masukn dan saran masukan dalam kolom komentar.












