Karya opini Oleh Fawwar Zulfiqar Aziz
Pemimpin yang diibaratkan seperti serigala adalah sosok yang jarang ditemukan. Dalam kawanan serigala, pemimpin tidak selalu berada di barisan terdepan, melainkan di bagian belakang. Posisi ini bukan tanpa alasan, tetapi untuk memastikan seluruh anggota tetap dalam pengawasan dan tidak ada yang tertinggal.
Tipe kepemimpinan seperti ini menunjukkan tingkat kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap anggotanya. Ia tidak banyak bicara atau memberi instruksi secara berlebihan, melainkan menaruh kepercayaan kepada timnya, sambil terus mendorong dan memotivasi dari belakang. Konsep ini sejalan dengan prinsip tut wuri handayani yang diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam trilogi kepemimpinan.
Pada akhirnya, menjadi pemimpin tidak selalu tentang banyak berbicara atau memberi janji. Terkadang, diam yang penuh makna dan memberikan ruang tanggung jawab kepada anggota justru lebih menunjukkan kualitas kepemimpinan—seperti serigala yang mengawal dari belakang dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Masukan dan komentar dipersilakan untuk dituliskan.
