Menjadi seorang pemimpin bukanlah tugas yang mudah. Selain kemampuan berbicara di depan publik, seorang pemimpin harus mampu berpikir secara logis. Berpikir logis berarti mampu berpikir dengan akal sehat. Jika seorang pemimpin belum bisa berpikir logis, maka kemampuannya dalam memimpin akan dianggap belum optimal.
Seorang pemimpin yang mampu berpikir dengan baik tidak hanya akan membawa organisasinya ke arah yang lebih baik, tetapi juga akan membentuk anggota yang memiliki pola pikir positif. Hal ini berpotensi melahirkan calon-calon pemimpin baru dengan pemikiran yang berkualitas.
Contoh konkret dari pemimpin yang berpikir logis adalah ketika organisasi menghadapi suatu masalah. Pemimpin yang baik akan mengutamakan penyelesaian masalah dengan kepala dingin dan pemikiran logis, bukan dengan meluapkan emosi dan kemarahan.
Sayangnya, masih ada pemimpin atau calon pemimpin yang menyalahgunakan jabatannya. Misalnya, kasus di Jakarta di mana seorang anak dari pengusaha roti melakukan kekerasan terhadap karyawannya. Contoh tersebut menunjukkan bagaimana seseorang yang lebih mengutamakan emosi dibandingkan berpikir logis dapat berdampak negatif di masa depan.
Dari kejadian ini, kita dapat belajar bahwa masalah adalah bagian dari kenyataan hidup. Namun, bagaimana kita menyelesaikan masalah tersebut adalah pilihan kita sendiri: apakah kita menyelesaikannya dengan bijak dan tenang atau justru memperkeruh situasi.
Silakan tuliskan kritik dan saran di kolom komentar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar