POPULERNYA BUDAYA NGOPI DI KALANGAN MILENIALS
Siapa yang disini suka minum kopi? acungkan tanganya. Mau itu kopi hitam, kopi susu, kopi arabika dan lain sebagainya pasti setiap orang pernah merasakan kopi. Selain rasanya yang enak, meminum kopi dapat menambah tenaga dan konsentrasi bagi yang meminumnya. Namun, istilah minum kopi sekarang sudah menjadi suatu budaya dan tradisi yang dinamakan dengan istilah Ngopi.
Budaya Ngopi merupakan budaya populer pada saat ini. Budaya populer merupakan sebuah kebiasaan dalam beraktivitas dan sangat diterima oleh semua kalangan. Ngopi adalah aktivitas mengobrol dengan dibarengi atau ditambah dengan meminum kopi yang mana, penggunaan namanya diubah menjadi Ngopi, karena dinilai sederhana dan singkat dari ngobrol dan minum kopi menjadi Ngopi. Sebetulnya istilah Ngopi sebenarnya sudah dikenal oleh kalangan orang dewasa saat bekerja atau beristirahat. Namun istilah Ngopi pada dewasa ini dipopulerkan oleh kalangan muda.
Awal mula populernya budaya Ngopi bagi kalangan muda (Milenials) adalah dari sebuah film di Indonesia yang berjudul “Filosofi Kopi”, yang diperankan oleh aktor Chico Jericho. Film yang cocok untuk remaja membuat penonton menjadi terhipnotis akan budaya dalam meminum kopi dan membuka usaha kedai kopi.
Selain dari film “Filosofi Kopi”, budaya dari Ngopi juga dapat diketahui dari banyaknya produk kopi yang sering kita lihat di media massa elektronik, salah satunya televisi. Pasti setiap perusahaan media massa mengiklankan suatu produk salah satunya produk kopi.
Manfaat lain dari kopi yang telah disebutkan diawal, ternyata budaya Ngopi bagi anak muda pun ada manfaatnya yaitu saling beradu argumentasi, memperpanjang silaturahmi, berdiskusi, menambah fokus dalam mengerjakan tugas kelompok dan membangun relasi yang baik. Meski memiliki banyak manfaat, Ngopi pun ada dampak buruknya bagi anak muda diantaranya lupa waktu karena terlalu sibuk mengobrol dan harga yang mahal apalagi minum di kafe yang memiliki pajak yang tinggi.
Di Indonesia, sering kita melihat bahwa anak zaman sekarang (Milenials) suka sekali mengobrol dan nongkrong ditempat yang menjual kopi (coffee shop). Alasannya, selain tempat yang dinilai nyaman, fasilitas yang diberikan oleh coffe shop sangatlah bagus. Terbukti dengan banyaknya penguasaha-pengusaha yang membuka usaha warung kopi dan kafe.
Coffee Shop atau biasa disebut kafe merupakan tempat yang menjual dan menyuguhkan kopi dan tempat yang nyaman untuk ngopi. Bagi penikmat kopi, tidak fokus untuk melihat tempatnya mau itu tempatnya biasa, bagus atau instagramable sekalipun. Para penikmat kopi tidak mempedulikannya, yang penting rasa dari kopi nya nikmat. Beda halnya dengan kaum milenials yang dimana tempat dan suasanya yang mereka pedulikan asalkan tempatnya bagus dan instagramable. Kenapa seperti begitu, karena anak muda sekarang tidak terlepas dari namanya gadget/smartphone sehingga momen yang menarik pun akan diabadikan. Selain, itu munculnya media sosial membuat anak muda sekarang ingin terus-terusan untuk mempublikasikan kegiatannya salah satunya Ngopi di kafe.
Selain dari segi pembelinya, dari usaha kafe, dapat menjadi lapangan pekerjaan yang menjanjikan. Bahkan tak jarang mahasiswa sekarang membuka usaha sampingan yaitu membuka kedai kopi atau sekedar menjadi pembuat kopinya untuk menambah uang jajan dan menjadi hobi dikala waktu kosong dari kuliah.
Biasanya, dalam menarik pelanggan dan pembeli. Para pengusaha atau pemilik kafe menyediakan fasilitas yang membuatnya menjadi tempat yang ramai dan banyak pembeli. Seperti fasilitas wi-fi gratis, potongan harga, background yang bagus, give away dan yang lain sebagainya.
Bagi kalangan Milenials, tempat Ngopi suka dijadikam tempat bermain game online, sehingga suasana yang diberikan dari tempatnya tersebut dapat menambah efek yang baik bagi pemainnya. Untuk kalangan mahasiswa, kafe selalu menjadi tempat untuk mengerjakan tugas selain perpustakaan, selain tempatnya yang nyaman Berdiskusi mengenai tugas pun sangatlah menyenangkan, bahkan mengerjakan dan menyusun skripsipun direkomendasikan di kafe supaya tidak timbul perasaan tegang dan takut.
Beda halnya dengan tempat yang lain, kafe menyediakan fasilitas bagi pelangganya untuk mengobrol, berdiskusi, atau mengerjakan tugas tanpa ditentukan berapa waktunya duduk di kafe tersebut. Sehingga kafe, sering buka sampai larut malam apalagi saat malam minggu.
Sungguh terasa asik, bisa mengobrol sambil dengan meminum kopi. Ditambah fasilitas dan suasana mendukung, makin nyaman dan enak. Sehingga, budaya meminum kopi merupakan budaya dan tradisi yang sangat mengasyikan bagi kaum Milenials sekarang.
Namun, ditengah pandemi Covid-19 seperti ini, penerapan sosial berskala besar membuat usaha warung kopi menjadi menurun sehingga budaya Ngopi pun agak sedikit berubah. Dimana dulu orang-orang ngopi dengan bebasnya, sekarang harus dibatasi jarak dan ditambah penggunaan masker. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan budaya dari Ngopi tersebut. Meski jarak yang agak jauh, tetapi suasana dari ngobrol dan meminum kopi bisa berlangsung dengan hangat.
Akhir kata, semoga kedepannya pandemi Covid-19 telah berakhir dan semua kembali normal, sehingga budaya dari Ngopi terus populer dan menjadi tradisi bagi semua kalangan untuk terus berkomunkasi,berdiskusi dan berdebat yang positif. (Fawwaz Zulfiqar Aziz, 24071118089)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar