Senin, 20 Desember 2021

Pemimpin Saat Ini Adalah Pemuda Yang Berkarya Di Masa Lalu (Bagian 1)

Opini dibuat oleh Fawwaz Zulfiqar Aziz

Bismillah, pada dewasa ini kita dihadapkan dengan zaman yang begitu modern. Segala aspek dan unsur tidak terlepas dari sebuah teknologi. Terutama teknologi yang mampu mengakses jaringan internet. Sehingga zaman ini merupakan zaman yang sangat pesat dan menjadi revolusi yang sangat besar bagi peradaban manusia.

Kali ini kita tidak akan membahas mengenai pengaruh teknologi dalam peradaban yang sangat rinci melainkan hanya mengambil sebuah pelajaran dari revolusi teknologi tersebut dalam suatu hal sesuai dengan judul yaitu mengenai kepemimpinan.

Berbicara soal kepemimpinan dibenak kita pasti terlintas sebuah pengertian mengenai ilmu dan pengetahuan yang mempelajari tentang konsep mempengaruhi orang lain, bukan? Yah tentu saja hal tersebut menjadi umum diketahui oleh orang lain kebanyakan, jangan diperdebatkan memang begitu alakadar dan faktanya.

Implemantasi dari sebuah konsep revolusi teknologi sangatlah relevan dan persis sama dengan konsep pemimpin sekarang. Konsep ini menitikberatkan bahwa setiap tahun kualitas dari seorang pemimpin terus mengalami suatu perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.

Jangan pernah menyamakan kualitas pemimpin dulu dan sekarang. Pasti akan berbeda. Apa yang membuatnya terjadi? Itu karena perubahan zaman yang berkembang. Budaya dulu yang dianggap kuno dihilangkan diganti dengan budaya populer dan modern yang dianggap sesuai dengan zamannya. Mungkin kalian pernah mendengar istilah Primus Interpares, dimana jika seseorang yang memiliki kekutan yang kuat akan dijadikan sebagai pemimpin. 

Alhasil dari perubahan zaman tersebut membuat para pemimpin berfikir dan kritis menyikapi dari fenomena yang berkembang. Dan pada akhirnya hanya pemimpin yang memikili kualitas baik yang mampu menyadari bahwa perkembangan zaman adalah anugerah untuk menyiapkan konsep dan tujuan yang dapat digunakan untuk memimpin. Sehingga nantinya yang lain akan memahami dan menerimanya dengan baik.

Dari sini mungkin pembaca akan menyadari maksud dan tujuan penulis mengenai opini ini akan mengarah kemana, yang jelas opini murni apa yang dipikirkan dari seorang penulis sehingga baik buruknya suatu bahasa mohon dimaklumi saja. Kita berlanjut di bagian kedua.

Namun, sebagai pengingat pemimpin yang berkualitas adalah pemimpin yang sangat menyadari dan memahami perkembangan zaman yang tentunya berhubungan dengan proses kepemimpinannya memimpin.