Karya opini oleh Fawwaz Zulfiqar Aziz
Tulisan ini pada dasarnya masih sejalan dengan gagasan “pemimpin hari ini adalah pemudanyang berkarya pada masa lalu.” Namun, perubahan judul menjadi Sang Pemimpin yang Bermimpi merupakan penegasan bahwa setiap pemimpin sejatinya berawal dari seorang pemimpi, yang kemudian mewujudkan mimpinya menjadi kepemimpinan nyata.
Seorang pemimpin tidak bisa dilepaskan dari visi yang dimilikinya, sehingga sering disebut sebagai sosok yang visioner. Akan tetapi, visi saja tidak cukup harus ada misi yang menyertainya. Misi merupakan langkah-langkah konkret yang harus dijalankan, baik oleh pemimpin maupun oleh anggota timnya, agar visi dapat terwujud. Oleh karena itu, pemimpin yang berhasil adalah mereka yang mampu menggerakkan orang lain untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab bersama.
Dalam perjalanan organisasi, tidak jarang visi terasa semakin jauh dan sulit dicapai. Bahkan, pelaksanaan misi pun kerap menemui hambatan. Di sinilah pentingnya motivasi sebagai penguat komitmen terhadap visi sekaligus pendorong agar misi dapat dijalankan dengan lebih mudah dan terarah.
Pada akhirnya, seorang pemimpin bukan hanya sekadar pemimpi, tetapi juga pelaksana dari mimpi tersebut. Ia harus mampu mewujudkannya melalui kerja nyata bersama seluruh anggota yang dipimpinnya.
Komentar dan masukan, silahkan tulis dimkolom yang tersedia.











